
pohonan zaitun terliuk lentuk, segar mewangi
angin fajar bertiup lembut menyegar dinihari
kicipan burung-burung riuh bertasbih, memuji Rabbi
di sini aku tegak berdiri
mencari destinasi
otakku ligat memikir, ke mana harus kutujui
lantas kuhayunkan longlai langkah kaki
perlahan, menyusuri lorong kosong tidak berpenghuni
sepi
kudongakkan kepalaku menghadap langit Ilahi
yang Maha Tinggi
mataku sayu menatap mendung mega pagi
yang seakan memahami resah diri ini
tanpa kusedari
setitis air jernih jatuh mengalir di pipi
kelopak mata yang tadinya bergenang penuh, tertumpah kini
langkahku terhenti
sebak hati tak tertanggung lagi
kubiarkan alam menjadi saksi
kukongsi derita hati bersama embun pagi
kuluah kekosongan jiwa di hadapan rabbul izzati
kuakui akan lemahnya diri
aku hanyalah hamba disisiMu ya Rabbi
menagih cinta dan kasih sayangMu yang tidak berbelah bagi
sebuah cinta agung antara seorang hamba dengan pemilik nyawanya yang hakiki
namun aku tidak selamanya suci
ada masa aku teguh berdiri
ada masa aku kecundang tersembam ke bumi
di saat itu Engkau hadir menghulurkan tangan, membantuku berdiri
ada kalanya kusambut, ada kalanya tidak kupeduli
dan di saat itu, Engkau berlalu pergi
meninggalkan aku yang berterusan menyesali
kebodohan diri
kini terkial-kial mencari
merayu dan mengharap agar Engkau kembali
kutadahkan tangan memohon doa
agar dikuatkan jiwa
melawan nasfu dan noda
yang seringkali memandu manusia
gila
kupanjatkan tangan mohon perlindungan
agar diselamatkan akidah dan iman
supaya tidak tersesat jalan
supaya selamat di dunia dan di hari kemudian
selamatkanlah aku ya Allah, dari fitnah dunia yang menipu
ampunilah dosaku ya Allah, janganlah Engkau murkai aku
bantulah aku ya Allah, untuk melepasi halangan dan ujianMu
hanya padaMu aku sembah, hanya padaMu aku berserah,
hanya padaMu jua aku memohon pertolongan..

